Pagi itu selepas halaqah fajriah di Pesantren Darussunnah Jakarta,
seorang teman bertanya kepada saya “Nal, gimana sih pendapat antum tentang
gaya para wanita yang menamakan diri mereka dengan wanita akhwat sekarang itu.?
Mereka berpakaian serba dalam, mulai dari
jilbab panjang nan lebar bak mukena orang yang sedang shalat, begitu
juga dengan baju dan rok mereka yang tak kalah panjang dan lebarnya dari jilbab
mereka.? Saya pribadi merasa agak gimanaa gitu kalau ketemu sama perempuan
seperti itu. Bukannya Islam itu memerintahkan umatnya berpakaian selain untuk menutup aurat, tapi juga untuk keindahan.? Saya melihat bahwa gaya berpakaian
seperti itu tidak mencerminkan keindahan sedikitpun.” kata teman tersebut.
Sambil tersenyum kecil dan sedikit canda saya menjawab pertanyaan tersebut
dengan sebuah pertanyaan balik “emang salah ya gaya berpakaian seperti
itu,he.?
Daftar Menu
▼
Etika Pergaulan Antar Teman
Menarik ketika menerangkan hadis tentang sifat-sifat sorga dari
kitab Sunan al-Tirmidzi, salah seorang senior yang juga dosen tetap Pesantren Darussunnah
Jakarta yang bernama Ust Andi Rahman berpanjang kalam dalam menjelaskan sebuah
hadis dalam bab tersebut. Apakah bunyi hadis yang dimaksud.? Yaitu ada 3
golongan yang mana apabila mereka berdoa, maka doanya tidak akan ditolak (atau
dalam kata lain pasti diterima), yaitu doa seorang imam yang adil, doa
seseorang yang berpuasa di tengah orang-orang yang berbuka (tidak berpuasa), dan
doa orang yang terzalimi (hadis ke-2526).
هل السجود أثناء سورة آلم السجدة في فجر يوم الجمعة سنة من النبي أو الإجتهاد من العلماء.؟
1. نص
الحديث
هناك الرواية التى
تتكلم عن هذه القضية، يعنى كما يلي :
حدثنا أبو بكر بن أبى شيبة حدثنا عبدة بن سليمان عن سفيان عن
مخول بن راشد عن مسلم البطين عن سعيد بن جبير عن ابن عباس أن النبى صلى الله عليه وسلم كان يقرأ فى صلاة الفجر يوم الجمعة الم تنزيل
السجدة وهل أتى على الإنسان حين من الدهر وأن النبى
صلى الله عليه وسلم كان يقرأ فى صلاة
الجمعة سورة الجمعة والمنافقين.[1]