Isim Mu’rab dan Pembagiannya


Setelah kemaren kita mengkaji tentang pembagian isim kepada Mu’rab dan Mabni serta ilat (alasan-alasan) Isim Mabni, maka sekarang kita akan menfokuskan pembahasan kepada pembagian isim yang mu’rab sebagaimana yang diisyaratkan oleh Syekh Ibn Malik dalam bait berikut :

وَمُعْرَبُ الأَسْمَاءِ مَا قَدْ سَلِمَا # مِنْ شَبَهِ الْحَرْفِ كَأَرْضٍ وَسُمَا
Sedangkan Isim Mu’rab adalah isim yang terbebas dari kemiripan dengan kalimat harf seperti pada contoh أَرْضٍ (bumi )dan سُمَا (reputasi).

Pada bait ini Ibn Malik hanya ingin menegaskan bahwa Isim Mu’rab pada hakikatnya adalah kebalikan dari Isim Mabni, yaitu setiap isim yang terbebas dari keserupaan dengan kalimat harf.

Selanjutnya, Isim Mu’rab secara umum dapat kita bagi kepada dua pembagian. Hal itu tersirat dibalik contoh yang disebutkan oleh Ibn Malik dalam bait syairnya. Yaitu :

Pertama, Isim Mu’rab yang sahih akhir. Yaitu setiap Isim Mu’rab yang akhirnya tidak terdiri dari huruf ilat (alif, waw, dan ya) seperti lafazd أَرْضٍ yang berarti bumi. Akhirnya adalah huruf dhot yang tergolong sebagai salah satu dari huruf sahih.

Kedua, Isim Mu’rab yang mu’tal akhir. Yaitu setiap Isim Mu’rab yang akhirnya terdiri dari salah satu huruf ilat yang tiga, seperti lafadz الْفَتَي (pemuda) yang disebut juga dengan Isim Maqshur dan lafadz القَاضِيْ (hakim) yang disebut juga dengan Isim Manqush.

Kemudian, Isim Mu’rab dapat dibagi lagi kepada dua bagian sebagai berikut :

Pertama, Isim Mutamakkin Amkan. Yaitu setiap Isim Mu’rab yang bertanwin seperti lafadz حَمِيْدٌ, زَيْدٌ, dan contoh-contoh lainnya.

Kedua, Isim Mutamakkin Ghairu Amkan. Yaitu setiap Isim Mu’rab yang tidak bertanwin seperti lafadz أَحْمَدُ, مَسَاجِدُ, dan sebagainya.

Sekedar catatan, Isim Mu’rab disebut juga dengan Isim Mutamakkin, sedangkan Isim Mabni disebut juga dengan Isim Ghairu Mutamakkin.

InsyaAllah penjelasan lebih lengkap terkait beberapa istilah terakhir ini akan diuraikan dalam rincian isim-isim mu’rab nanti, InsyaAllah. Allahu A’lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon kritik dan sarannya.!

Ada kesalahan di dalam gadget ini

صاحب الكتابة

Foto saya
Bukittinggi, Agam, Indonesia
Seorang pelajar yang tengah berkontemplasi dalam pencarian jatidiri dan ilmu pengetahuan, walau hingga saat ini ilmu yang dia harapkan terasa masih dangkal dan jauh dari kesempurnaan. Dia lahir pada hari Kamis pagi, tanggal 22 Februari 1990 atau bertepatan dengan 26 Rajab 1410 Hijriah. Diberi nama dengan Yunal Isra bin Syamsul Bahri dan biasa dipanggil dengan sebutan Yunal/Isra/Inal. Pendidikan pertama yang pernah dijalaninya adalah Pendidikan TK pada tahun 1996, kemudian dilanjutkan ke SD 01 Baso dan tamat pada tahun 2002. Setelah itu memutuskan untuk fokus mendalami ilmu-ilmu keislaman di MTI Canduang dan tamat pada tahun 2009. Setahun kemudian ia meneruskan petualangan intelektualnya di program S1 Fakultas Dirasah Islamiyyah UIN Syarif Hidayatullah dan Darus-Sunnah International Institute For Hadith Sciences Jakarta. Berharap semoga bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk manusia lain dan diredoi orang tua dan tuhannya, amien.! Fokus kajiannya sekarang "al-Muhaafazhah A'la al-Qadiimi al-Shaalih, wa al-Akhdzu bi al-Jadiidi al-Ashlah".

Terima kasih atas kunjungannya.........!!!!!!

نحمدك اللهم منزل الآيات تبصرة لأولى الألباب ورافع الدلالات عبرة لتزيل بها عن القلوب الحجاب ونشكرك شرعت الحلال والحرام وأنزلت الكتاب وجعلته هدى لكل خير يرام ونصلى ونسلم على سيدنا محمد المؤيد من الله بأجلى النيرات والساطع نوره في أفق الهداية بما يزيح الريب والمدلهمات وعلى آله خير آل وأصحابه ومن لهم مقتف أوموال