Sebuah Pengantar; Ilmu Nahwu dan Kitab Alfiyyah

Kajian kali ini akan dimulai dengan memperkenalkan urgensi Ilmu Nahwu dan Kitab Alfiyyah. Ilmu Nahwu (Sintaksis) merupakan ilmu yang mempelajari perubahan posisi sebuah kata dalam struktur Bahasa Arab. Hal ini sangat penting karena perubahan posisi tersebut akan berakibat terhadap perubahan harkat akhir dari kata tersebut. Dan perubahan harkat akhir tersebut akan berpengaruh kepada pemahaman terhadap teks bahasa Arab yang disampaikan. Singkatnya Nahwu ini sama dengan ilmu Tata Bahasa Indonesia atau grammar dalam Bahasa Inggrisnya.

Sebagai contoh sederhana misalnya kalimat فَتَحَ أَحْمَدُ الْبَابَ (Ahmad telah membuka pintu) pada contoh tersebut, kata-kata الْبَابَ dibaca fatah karena dia berposisi sebagai objek dari kata kerja aktif فَتَحَ. Akan tetapi pada contoh فُتِحَ اْلبَابُ (pintu itu sudah dibuka), kata-kata اْلبَابُ dibaca dommah karena dia berposisi sebagai subjek dari kata kerja pasif فُتِحَ. Berbeda lagi halnya dengan kata-kata الباب pada contoh أَنَا فِيْ الْبَابِ (saya di dekat pintu), ia di baca kasrah karena didahului oleh kata depan فِيْ dan lain sebagainya.

Ilmu ini diprakarsai oleh Abu al-Aswad al-Duali atas perintah Khalifah Ali ibn Abi Thalib. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk menjaga lisan orang Arab dari kesalahpahaman dalam berbahasa. Demikian pentingnya ilmu ini, maka Syekh Ahmad Zaini Dahlan, penulis kitab al-Mukhtashar Jiddan syarah (penjelasan) dari kitab Matn al-Ajrumiyyah karya Imam Abu Abdillah Muhammad al-Shanhaji pernah bersenandung yang bunyinya sebagai berikut :

مَنْ فَاتَهُ النَّحْوُ فَذَاكَ الْأَخْرَسُ # وَفَهْمُهُ فِيْ كُلِّ عِلْمٍ مُفْلِسٍ
وَقَدْرُهُ بَيْنَ الْوَرَى مَوْضُوْعٌ # وَأْنْ يُنَاظِرَ فَهُوَ الْمَقْطُوْعُ
لَا يَهْتَدِيْ لِحِكْمَةٍ فِيْ الذِّكْرِ # وَمَا لَهُ فِيْ غَامِضٍ مِنْ فِكْرٍ

Barangsiapa yang tidak memahami Ilmu Nahwu, maka
orang itu (seolah-olah) seperti orang yang bisu.
Pemahamannya terhadap seluruh ilmu pengetahuan adalah muflis (pemahaman orang bodoh). Kemampuannya (dalam menyelesaikan permasalahan) di masyarakat adalah palsu. Jika ia berpikir, maka pikirannya maqthu' (terputus/tidak menghasilkan kesimpulan yang diharapkan). Ia tidak mendapat hidayah untuk memperoleh hikmah di dalam penyebutan
sesuatu.
Serta ia tidak akan bisa memecahkan persoalan yang sulit sekalipun.

Nah sebagai bahan kajian kita dalam forum ini adalah kitab Alfiyyah yang ditulis oleh Ibn Malik, seorang ulama yang hidup pada abad ke-7 hijriah (600-672). Kitab ini berisi ringkasan Ilmu Nahu yang ditulis dengan gaya pantun/syi’ir (nadzam). Dinamakan dengan Alfiyyah karena jumlah bait yang terdapat dalam kitab tersebut berjumlah lebih dari 1000 bait. Masing-masing bait mengandung kaedah-kaedah Nahwu yang sangat detail dan mendalam. Dalam tradisi sebagian pesantren, bait-baitnya sering dilagukan dengan berbagai seni dan irama-irama tertentu.

Selintas terkait pengarangnya, Ibn Malik merupakan seorang ulama besar kelahiran Jayyan, Andalusia, lalu ia hijrah ke Damaskus hingga ajal menjelang. Di antara murid-muridnya yang terkenal adalah Imam Nawawi al-Syafi’i, Ibn al-Aththar, al-Mizzi, al-Dzahabi, al-Shairafi, dan Ibn Jama’ah. Kitab al-Fiyyah ini merupakan ringkasan dari karya Ibn Malik yang lain yang berjudul Nazam al-Kafiyyah al-Syafiyyah yang berisi hampir 3000 bait. InsyaAllah bait-bait Alfiyyah tersebut akan kita kaji secara bertahap dalam kajian-kajian selanjutnya, InsyaAllah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon kritik dan sarannya.!

Ada kesalahan di dalam gadget ini

صاحب الكتابة

Foto saya
Bukittinggi, Agam, Indonesia
Seorang pelajar yang tengah berkontemplasi dalam pencarian jatidiri dan ilmu pengetahuan, walau hingga saat ini ilmu yang dia harapkan terasa masih dangkal dan jauh dari kesempurnaan. Dia lahir pada hari Kamis pagi, tanggal 22 Februari 1990 atau bertepatan dengan 26 Rajab 1410 Hijriah. Diberi nama dengan Yunal Isra bin Syamsul Bahri dan biasa dipanggil dengan sebutan Yunal/Isra/Inal. Pendidikan pertama yang pernah dijalaninya adalah Pendidikan TK pada tahun 1996, kemudian dilanjutkan ke SD 01 Baso dan tamat pada tahun 2002. Setelah itu memutuskan untuk fokus mendalami ilmu-ilmu keislaman di MTI Canduang dan tamat pada tahun 2009. Setahun kemudian ia meneruskan petualangan intelektualnya di program S1 Fakultas Dirasah Islamiyyah UIN Syarif Hidayatullah dan Darus-Sunnah International Institute For Hadith Sciences Jakarta. Berharap semoga bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk manusia lain dan diredoi orang tua dan tuhannya, amien.! Fokus kajiannya sekarang "al-Muhaafazhah A'la al-Qadiimi al-Shaalih, wa al-Akhdzu bi al-Jadiidi al-Ashlah".

Terima kasih atas kunjungannya.........!!!!!!

نحمدك اللهم منزل الآيات تبصرة لأولى الألباب ورافع الدلالات عبرة لتزيل بها عن القلوب الحجاب ونشكرك شرعت الحلال والحرام وأنزلت الكتاب وجعلته هدى لكل خير يرام ونصلى ونسلم على سيدنا محمد المؤيد من الله بأجلى النيرات والساطع نوره في أفق الهداية بما يزيح الريب والمدلهمات وعلى آله خير آل وأصحابه ومن لهم مقتف أوموال