Sudah menjadi pengetahuan yang apriori bagi sebagian orang bahwa Nabi Adam AS merupakan khalifah pertama yang diutus oleh Allah SWT ke permukaan bumi. Asumsi seperti ini biasanya difahami secara mentah dari teks ayat ke-30 dari Surat al-Baqarah. Namun kalau kita teliti lebih lanjut, maka akan kita temui fakta lain yang menjelaskan adanya makhluk lain yang telah lebih dahulu menjadi khalifah di bumi sebelum Adam. Selain itu, pemahaman “jadul” di atas juga bisa dikritik lewat pendekatan linguistik terhadap kata khalifah itu sendiri, yang bermakna pengganti orang sebelumnya. Jadi, berdasarkan pendekatan ini dapat disimpulkan bahwa kekhalifahan Adam AS hanyalah misi lanjutan dari khalifah sebelumnya.
البيان والتحقيق عن رواية ابن عباس حول قضية بني الجان قبل خلق آدم
أ. مجموعة الرواية عن ابن عباس حول قضية بني الجان قبل خلق آدم.
كما عرفنا أن الرواية عن ابن عباس كثيرة جدا، بل في التفسير روي عنه ما لا يحصى كثرة.[1] منها الرواية التى تتعلق باللغويات، ومنها بالغيبيات أوالسمعيات وإلى غير ذالك. فالآن، سيقوم الباحث في هذه الرسالة القصيرة منقلا ومحققا لبعض الروايات عن وجود الخليفة في الأرض قبل نبينا آدم عليه الصلاة والسلام التى تسمى ببني الجآن. وقيل بعضها قد رويت عن ابن عباس. فهؤلاء الروايات كما يلي :
Pesantren Dalam Pandangan Modernis
Cak Nur dan Modernisasi Pesantren
Sebuah Refleksi terhadap Buku Bilik-Bilik Pesantren karya Dr. Nurcholish Madjid
“Dari segi historis pesantren tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous).” –Dr. Nurcholish Madjid.
Prolog
Membaca pesantren dalam paradigma modernis merupakan sebuah kajian yang sangat urgen dan sekaligus menarik. Karena dengan itu, kita bisa mengetahui sejauh mana gaung pesantren dalam menghadapi cakrawala kehidupan sosial masyarakat Indonesia, khususnya setengah abad belakangan ini. Hal itu juga bisa dikorelasikan secara debatable dengan kritikan-kritikan yang muncul terhadap pesantren mengenai kredibelitasnya sebagai sebuah lembaga pendidikan tradisional nusantara dalam menghadapi kemajuan teknologi dan merespon persoalan-persoalan kontemporer yang jamak bermunculan serta harus segera dicarikan solusinya itu.
Dua Belas Posisi Muhammad SAW dalam Tasyri’ Islami Perspektif Ibnu A’syur
Prolog
Salah satu pembahasan yang sangat urgen dalam Ushul Fikih klasik adalah adanya pengklasifikasian sumber-sumber hukum syariat kepada dalil-dalil syara’ yang sudah disepakati dan dalil syara’ yang masih diperselisihkan. Adapun dalil-dalil syara’ yang disepakati adalah al-Qur’an, al-Sunnah, Ijma’, dan Qiyas. Sementara itu dalil-dalil syara’ yang diperselisihkan banyak sekali, diantaranya seperti Istihsan, Mashalihul Mursalah, U’ruf, Istishab, Syariat Ummat sebelum Islam, Madzhab Sahabat, Maqashid al-Syariah, dan lain sebagainya. Keterangan seperti ini dapat dijumpai hampir di sebagian besar kitab-kitab Ushul, baik klasik maupun kontemporer. Seperti dalam Kitab Burhan fi Ushul al-Fiqh karya al-Juwaini, Mustasfa karya al-Ghazali, al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam karya al-Amidi, Luma’ karya Abu Ishak al-Syirazi, Ilmu Ushul Fikih karya Abdul Wahhab Khalaf, Ushul Fiqh karya Syekh Muhammad Khudhori Bek, dan masih banyak yang lain.
Genealogi Wahhabi di Indonesia
Lintasan sejarah telah mencatat bahwa pada awal-awal abad ke-19 masehi di daerah Cangkiang Koto Tuo, IV Angkat Canduang, Bukittinggi, Sumatra Barat, hiduplah seorang ulama besar Minangkabau yang bermadzhab Syafi’i yang masyhur dengan sebutan Tuanko Koto Tuo. Beliau adalah seorang alim besar yang mempunyai banyak murid dan sangat berpengaruh di daerah tempat tinggalnya. Salah seorang murid beliau bernama Tuanku Nan Renceh, yaitu seorang yang juga telah bergelar Tuanku (gelar keagamaan yang setaraf dengan Kiai di Jawa), dia berasal dari daerah Kamang, Agam, Sumatera Barat.
Resensi Buku “Kembang Setaman Perkawinan”
Nama Buku : Kembang Setaman Perkawinan
Pengarang : Forum Kajian Kitab Kuning/ FK3.
Penerbit : Buku Kompas
Tebal Buku : XXII + 336 Halaman
Harga Buku : 47.000
Jumlah Halaman : 336 Halaman
Pengarang : Forum Kajian Kitab Kuning/ FK3.
Penerbit : Buku Kompas
Tebal Buku : XXII + 336 Halaman
Harga Buku : 47.000
Jumlah Halaman : 336 Halaman
Buku yang berjudul Kembang Setaman Perkawinan ini merupakan buku kritikan dan analisis kritis terhadap kitab U’qud al-Lujain karya Syekh Nawawi al-Bantani, seorang ulama asli Banten yang lama bermukim di Mekkah al-Mukarramah. Buku ini terbit pertama kali pada tahun 2005 buah karya tim FK3 (Forom Kajian Kitab Kuning). Buku ini juga secara detail mengkritik setiap bagian dari kitab tersebut, kemudian memberikan sanggahan sekenanya terkait dengan dalil ataupun istidlal dari syekh yang sangat produktif itu. Namun walaupun demikian tetap saja antara kritikan dengan apa yang ditulis oleh Syekh Nawawi dalam kitab beliau tersebut perlu kita sikapi secara proporsional, agar tidak terjadi pemaksaan dan dominanisasi epistimologis antara keduanya yang akan membawa kita bersikap tidak adil terhadap keduanya.
Takhrij Hadis "هدايا الأمراء غلول"
1. مقدمة.
أولا، حمدا وشكرا لله الذي جعل الشريعة المطهرة بحرا يتفرع منه جميع بحار العلوم النافعة والخلجان، وأجرى جداوله على أرض القلوب حتى روي منها قلب القاصي من حيث التقليد لعلماءها والدان، ومن على من شاء من عباده المختصين بالإشراف على ينبوع الشريعة المطهرة وجميع أحاديثها وآثارها المنتشرة في البلدان. ثانيا، صلاة وسلاما علي رسوله العظيم ونبيه الكريم وحبيبه الرحمة تستغرق مع سيد البشر سائر المرسلين وعلي أله وصحبه وأهل بيته ومن تبعهم بإحسان إلي يوم القيامة، أما بعد.
Analisis Kritis terhadap Hadis Bolehnya Menyusui Orang Dewasa
Suatu ketika Sahlah binti Suhail mendatangi Nabi SAW seraya berkata “Wahai Rasul, saya merasakan aura kebencian yang timbul dari Abi Hudzaifah ketika Salim (mantan anak angkatnya) lalu lalang menemuiku”. Lantas Nabi menjawab “susuilah dia.!”. Kemudian Sahlah pun bertanya “bagaimana mungkin aku akan menyusuinya, padahal dia adalah seorang laki-laki dewasa.?”. Nabi tersenyum sembari menjawab “aku juga tahu bahwa dia adalah laki-laki dewasa (dalam arti kata lakukan saja apa yang aku katakan.!)”. Maka Sahlah menyusuinya (Salim). (HR. Ibnu Majah).
Sekilas Mengenai Zaid Bin Haritsah
Abu Usamah atau yang lebih dikenal dengan nama Zaid bin Haritsah bin Syarahil (Abu Ishaq membacanya Syurahbil) merupakan seorang sahabat yang sangat istimewa. Begitu mulianya beliau, sampai-sampai beberapa hukum syariat pun turun berkenaan dengan kisahnya. Sejarah telah mengungkap bahwa, satu-satunya sahabat yang namanya diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an (al-Ahzab ayat 37) adalah Zaid bin Haritsah. Demikian pula, satu-satunya sahabat yang pernah diangkat Rasulullah SAW menjadi anak angkat/mutabanna beliau juga Zaid bin Haritsah, sehingga dia dikenal pada saat itu dengan panggilan Zaid bin Muhammad. Begitu kurang lebih keterangan yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Atsir dalam Usdu al-Ghabah-nya.
"Hadza Fikru al-Mu'tazili..!!"
Pada saat mengikuti mata kuliah hadis dengan seorang dosen di kampus tercinta, saya mengalami suatu hal yang tidak biasa. Pada saat itu, secara kebetulan dosen pembimbing mata kuliah tersebut tengah menjelaskan sebuah hadis yang sangat populer dalam Islam. Hadis yang dijadikan landasan dalam keberagamaan umat Islam terkhusus dibidang keimanan dan keislaman mereka. Hadis itu terdapat dalam shahih Bukhari dan Muslim, kemudian dinukil kembali oleh Imam Nawawi dalam kitab Arba’in beliau. Berikut petikan hadis tersebut :
عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يقول : بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان
“al-Mizan al-Kubra” Solusi Ber-fikih Masa Kini
Pengarang : A’bd al-Wahhab al-Sya’rani
Penerbit : Darul Kutub al-'Ilmiyyah
Tebal Buku : 581 Halaman
Harga Buku : 60.000
Jumlah Halaman : 581 Halaman
Fikih dalam tataran praktisnya, merupakan sebuah ilmu yang bersifat dinamis dan fleksibel sesuai dengan objek dan konteksnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya perbedaan pendapat dalam ilmu yang satu ini. Perbedaan itu tidak hanya muncul dari mereka yang berbeda madzhab/lintas madzhab saja, namun juga diantara mereka yang mengaku menganut madzhab yang sama. Seperti halnya Imam Rafi’i dengan Imam Nawawi misalnya, walaupun keduanya sama-sama bermadzhab Syafi’i, namun tidak jarang hasil ijtihad keduanya berbeda dalam berbagai persoalan fikih yang mereka komentari. Bahkan menurut M. Ali Hasan dalam sebuah bukunya mengatakan bahwa Imam Syafi’i sendiri pernah berbeda pendapat dengan dirinya sendiri. Hal itu terbukti dengan munculnya istilah qaul qadim dan qaul jadid beliau.
Saung dan Baso Corner
Sebagai komunitas yang berbasiskan intelektualitas, Saung tengah mencoba untuk mengadakan sebuah transformasi dalam wacana pemikirannya. Pada awal perkembangannya ditahun 2007 yang silam, Saung lebih memfokuskan objek kajiannya terhadap literatur-literatur ushul fiqh lintas madzhab dengan metode pembacaan komparatif dan komprehensif. Berbagai bentuk dan ragam pemikiran ushul fiqh dalam madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali dan bahkan dalam madzhab Syi’i serta Dzahiri telah dikaji dan dikupas secara paripurna olehanak-anak muda Saung yang pada saat itu diketuai oleh saudara Anas Shafwan Khalid. Keputusan menjadikan ushul fiqh sebagai fokus kajian adalah lantaran fungsinya yang sangat urgen dalam proses pengambilan hukum dari nash/ sumber aslinya berupa al-Qur’an dan Sunnah.
Ibadah Qurban dan Kepekaan Sosial
Ibadah kurban perspektif
syariat sejatinya telah banyak diulas dan dikaji secara mendalam oleh para
ulama fikih klasik maupun kontemporer. Berbagai sudut pandang mazhab pun tidak
sedikit juga telah mewarnai tatacara pelaksanaan ibadah yang unik itu. Kalau
kita telaah
kitab-kitab hadis yang mu’tamad seperti kitab hadis yang enam (kutub al-sittah) misalnya, serta kitab-kitab hadis otentik lainnya, maka hampir
sebagian besarnya mencantumkan bab khusus yang mengulas tentang ibadah kurban. Begitu juga halnya dalam kitab-kitab fikih (baik
madzhab maupun muqaranah), sangat banyak ditemukan
keterangan dan penjelasan secara komprehensif mengenai ibadah yang berasal dari
tuntunan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam itu.
Wirid Harian Mahasantri Darussunnah
منظومة البيقوني
أبدأ بالحمد مصليا على * محمد خير نبي أرسلا
وذي من أقسام الحديث عده * وكل واحد أتى وحده
أولها الصحيح وهو ما اتصل * إسناده ولم يشذ أو يعل
يرويه عدل ضابط عن مثله * معتمد في ضبطه ونقله
أبدأ بالحمد مصليا على * محمد خير نبي أرسلا
وذي من أقسام الحديث عده * وكل واحد أتى وحده
أولها الصحيح وهو ما اتصل * إسناده ولم يشذ أو يعل
يرويه عدل ضابط عن مثله * معتمد في ضبطه ونقله
والحسن المعروف طرقا وغدت * رجاله لا كالصحيح اشتهرت
وكل ما عن رتبة الحسن قصر * فهو الضعيف وهو أقساما كثر
وما أضيف للنبي المرفوع * وما لتابع هو المقطوع
وكل ما عن رتبة الحسن قصر * فهو الضعيف وهو أقساما كثر
وما أضيف للنبي المرفوع * وما لتابع هو المقطوع
والمسند المتصل الاسناد من * راويه حتى المصطفى ولم يبن
وما بسمع كل راو يتصل * إسناده للمصطفى فالمتصل
وما بسمع كل راو يتصل * إسناده للمصطفى فالمتصل
مسلسل قل ما على وصف أتى * مثل أما والله أنباني الفتى
Doa Tahfizh al-Qur'an
Doa ini diberikan oleh salah seorang guru penulis yang bernama Ust Rusydi Kinan Lc al-Haafizh sekitar 2 tahun yang lalu. Beliau mengaku telah mengamalkan doa dan ritual yang tersebut dalam hadist yang menjadi sumber pengambilan doa ini. Berikut nukilan doa yang dimaksud disertai dengan sumber rujukannya.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم, بسم الله الرحمن الرحيم.
اللهم ارحمنا بترك المعاصي أبدا ما أبقيتنا وارحمنا من أن نتكلف ما لا يعنينا وأرزقنا حسن النظر فيما يرضيك عنا. اللهم يا بديع السماوات والأرض يا ذا الجلال والأكرام والعزة التي لا ترام نسألك يا الله يارحمن بجلالك ونور وجهك الكريم أن تلزم قلوبنا حب كتابك كما علمتنا وارزقنا أن نتلوه على النحو الذي يرضيك عنا. ونسألك أن تنور بالكتاب أبصارنا وتطلق به لساننا وتفرج به عن قلوبنا وتشرح به صدورنا وتستعمل به أبداننا وتقوينا على ذلك وتعيننا عليه فإنه لا يعيننا على الخير غيرك ولا يوفق له إلا أنت برحمتك يا أرحم الراحمين.
Kumpulan Doa Harian
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم, بسم الله الرحمن الرحيم.
الحمدلله رب العالمين حمدا شاكرين حمدا ناعمين حمدا يوافئ نعمه ويكافئ مزيده ياربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك الكريم وعظيم سلطانك. ثم الصلاة والسلام علي أشرف الأنبياء والمرسلين وعلي اله وصحبه أجمعين. اللهم صل وسلم علي سيدنا محمد صلاة تنجينا بها من جميع الأهوال والأفات وتقضي لنا بها من جميع الحاجات وتطهرنا بها من جميع السيئات وترفعنا بها عندك أعلى الدرجات وتبلغنا بها أقصى الغايات من جميع الخيرات في الحياة وبعد الممات. اللهم يا حي يا قيوم يا بديع السماوات والأرض يا مالك الملك يا ذا الجلال والإكرام.
Doa Mayat
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم, بسم الله الرحمن الرحيم.
الحمدلله رب العالمين حمدا شاكرين حمدا ناعمين حمدا يوافئ نعمه ويكافئ مزيده ياربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك الكريم وعظيم سلطانك. ثم الصلاة والسلام علي أشرف الأنبياء والمرسلين وعلي اله وصحبه أجمعين. اللهم ربنا تقبل وأوصل مثل ثواب ما قرأناه من القرأن العظيم وما هللناه من كلمة لا إله إلا الله هدية واصلة ورحمة إلي سيدنا ومولانا محمد صلي الله عليه وسلم ثم إلي جميع أهل القبور من المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات خصوصا إلي أرواح أبائنا وأمهاتنا وجدنا وجداتنا ونخص خصوصا إلي من اجتمعنا ههنا بسببه ولأجله.
Selayang Pandang Tentang A'bid al-Jabiri
![]() |
| A'bid al-Jabiri |
Bagi mereka peminat kajian pemikiran tokoh, maka tidak akan asing lagi manakala dihadapkan dengan nama Muhammad A’bid al-Jabiri. Ya al-Jabiri, itulah sebutan akrabnya, seorang pemikir kenamaan asal Maghrib (sekarang Maroko) yang baru saja wafat pada tahun 2010 kemaren. Penulis buku Nahnu wa al-Turast itu adalah seorang tokoh yang unik dan mempunyai keistimewaan dari pemikir-pemikir dunia lainnya serupa Arkoun, Nashir Hamid, Hasan Hanafi dan lain-lain. Keistimewaan itu bisa difahami dari karya-karyanya yang mengutamakan pembacaan menyeluruh terhadap sebuah objek kajian sejarah (baca tradisi). Bukan sekedar kajian tematik yang rentan terjebak dengan problem subjektifitas ambiguitas yang akut lantaran menghilangkan kontinuitas historis sebuah peradaban.
Langganan:
Postingan (Atom)
صاحب الكتابة
- Al-Dho'if Yunal Isra al-Fadany
- Bukittinggi, Agam, Indonesia
- Seorang pelajar yang tengah berkontemplasi dalam pencarian jatidiri dan ilmu pengetahuan, walau hingga saat ini ilmu yang dia harapkan terasa masih dangkal dan jauh dari kesempurnaan. Dia lahir pada hari Kamis pagi, tanggal 22 Februari 1990 atau bertepatan dengan 26 Rajab 1410 Hijriah. Diberi nama dengan Yunal Isra bin Syamsul Bahri dan biasa dipanggil dengan sebutan Yunal/Isra/Inal. Pendidikan pertama yang pernah dijalaninya adalah Pendidikan TK pada tahun 1996, kemudian dilanjutkan ke SD 01 Baso dan tamat pada tahun 2002. Setelah itu memutuskan untuk fokus mendalami ilmu-ilmu keislaman di MTI Canduang dan tamat pada tahun 2009. Setahun kemudian ia meneruskan petualangan intelektualnya di program S1 Fakultas Dirasah Islamiyyah UIN Syarif Hidayatullah dan Darus-Sunnah International Institute For Hadith Sciences Jakarta. Berharap semoga bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk manusia lain dan diredoi orang tua dan tuhannya, amien.! Fokus kajiannya sekarang "al-Muhaafazhah A'la al-Qadiimi al-Shaalih, wa al-Akhdzu bi al-Jadiidi al-Ashlah".
Terima kasih atas kunjungannya.........!!!!!!
نحمدك اللهم منزل الآيات تبصرة لأولى الألباب ورافع الدلالات عبرة لتزيل بها عن القلوب الحجاب ونشكرك شرعت الحلال والحرام وأنزلت الكتاب وجعلته هدى لكل خير يرام ونصلى ونسلم على سيدنا محمد المؤيد من الله بأجلى النيرات والساطع نوره في أفق الهداية بما يزيح الريب والمدلهمات وعلى آله خير آل وأصحابه ومن لهم مقتف أوموال


