Perbedaan/Persamaan Toleransi dan Pluralisme


Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : )لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ. إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ(. (الممتحنة : 8-9)

Kaum Muslimin sidang jamaah Jum’at yang berbahagia.
Pertama kali khatib ingin berwasiat kepada diri khatib pribadi dan segenap kaum muslimin yang hadir agar kita senantiasa meningkatkan rasa iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa dalam artian yang sebenar-benarnya, yaitu takwa yang menjadi spirit dari segala perkataan yang kita ucapkan dan perbuatan yang kita lakukan, sehingga diri ini terjaga dari setiap perkataan yang menyayat dan perbuatan yang menyinggung orang lain. Begitu juga, takwa yang mendorong kita untuk selalu merasakan kehadiran Tuhan dekat dengan kita, sehingga tidak sedetikpun diri ini lalai dari mengingat-Nya. Semoga kita semua dikaruniai sifat takwa yang seperti ini. Amin,!

Hikmah Salat; Esensi Isra’ Mi’raj

Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : )اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ(. (العنكبوت : 45) وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ" (رواه الترمذي).

Kaum muslimin sidang jama’ah Jum’at yang berbahagia.!
Pertama kali khatib ingin berwasiat kepada diri pribadi dan segenap kaum muslimin yang hadir agar senantiasa meningkatkan rasa iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa dalam artian yang sebenar-benarnya, yaitu takwa yang mendorong kita agar selalu mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi dengan sekuat tenaga segala larangan-Nya. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua dari golongan hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Amin.!

Sebuah Refleksi Kehidupan; Awal Perjalanan

Pada saat wisuda UIN yang ke-93 kemaren, alhamdulillah aku[1] dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik dari Fakultas Dirasat Islamiyah (lihat selengkapnya di link http://www.uinjkt.ac.id/index.php/arsip-berita-utama/2802-wisuda-sarjana-ke-93-dua-wisudawati-raih-ipk-400.html). Itu semua tidak terlepas dari jasa besar orangtua, guru, dosen, teman dan orang-orang yang tidak bisa ku sebutkan secara satu persatu di sini. Beberapa hari sebelum pelaksanaan wisuda tersebut, aku diminta oleh panitia wisuda untuk mengirimkan profil singkat serta cerita-cerita yang mengesankan selama menjalani kuliah. Setelah mereviuw sejenak, akhirnya ada beberapa kisah yang sempat ku ingat, di antaranya :

*Terjatuh sebelum Mengikuti UAS ^_^
Jam menunjukkan angka 12.30 WIB, artinya kurang lebih setengah jam lagi UAS semester ganjil (satu) akan segera dimulai. Tidak seperti biasanya, siang itu begitu panas dengan terik matahari yang seakan membakar apapun yang disinarinya. Setelah Salat Zuhur berjamaah di pondok tercinta (Darus-Sunnah), aku pun bersiap-siap berangkat ke kampus pengharapan (Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta) dengan segenap harapan yang tersimpan di dalam dada,semoga ujian hari ini sukses”, doaku dalam hati. Sembari membereskan peralatan tulis buat UAS hari itu, aku pun bertolak menuju tempat parkiran yang berada persis di depan pondok. Beberapa orang teman juga melakukan hal yang sama, namun di antara mereka ada yang mengendarai motor sehingga tidak harus bercapek-capek untuk mengenjotnya. Setelah persiapan matang dengan posisi “siap tempur”, aku genjot sepeda bututku hingga meninggalkan halaman pondok. Tidak lama berselang (kira-kira 3 menitan), aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengan sepedaku. Ban bagian depannya mengeluarkan bunyi yang tidak biasa. Aku berhenti sejenak dan mengecek sumber suara tersebut. Setelah diperiksa, ternyata tidak ada sedikitpun bagian bannya yang bermasalah. Karena merasa tidak ada apa-apa, aku putuskan untuk melanjutkan perjalanan. 

Money Politics Perspektif Hadis Nabawi



Tidak lama lagi Negara kita akan menyelenggarakan pemilu 2014, namun dalam pesta rakyat terbesar lima tahunan itu sering kali diwarnai oleh berbagai manuver politik para aktivis parpol dalam rangka menaikkan popularitas partai mereka, mulai dari mencuri start kampanye, membuat isu-isu negatif yang mendiskreditkan lawan politiknya, hingga ke money politics (melakukan politik uang), Ali Mustafa Yaqub menyebutnya dengan political money atau uang politik. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimanakah pandangan Islam terkait fenomena tersebut?

Akibat Taubat Palsu

Diceritakan dalam sebuah hikayat bahwa Mansur bin Amar mempunyai seorang teman yang sudah terlanjur zalim terhadap dirinya. Kemudian ia bertaubat dan mengisi hari-harinya dengan berbagai amal kebajikan serupa tahajud dan lain-lain. Namun sudah beberapa hari belakangan Mansur tidak mendengar kabar tentang temannya itu. Ada yang mengatakan bahwa dia tengah sakit.

عام الحزن 2013


Dalam sejarah Islam, kita tidak asing dengan istilah ‘am al-huzn atau yang disebut juga dengan tahun dukacita yang terjadi pada tahun ke-10 hijriah.. Istilah tersebut merupakan representasi dari serangkaian peristiwa kesedihan yang dialami oleh baginda Rasulullah Saw. Pada tahun tersebut, dua orang yang sangat dicintai Rasul, diambil oleh Allah Swt. Keduanya adalah paman beliau yang bernama Abu Thalib dan istri beliau tercinta Siti Khadijah. Keduanya mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mengawal dakwah Nabi selama berada di Kota Mekah waktu itu.

Gus Dur; Antara Pemuji dan Pengkritiknya


Judul di atas sebenarnya ciplakan terhadap sebuah buku karya Yusuf al-Qaradhawi yang berjudul al-Imam al-Ghazali bain Madihihi wa Naqidih. Hanya saja buku tersebut menjadikan Imam al-Ghazali sebagai objek kajian, sementara dalam tulisan ini yang menjadi objek adalah seorang tokoh kontroversial yang bernama Gus Dur. Sebagai santri yang hanya bisa membaca Gus Dur dari jauh (karena saya bukanlah dari kalangan NU tulen), saya melihat adanya beragam pendapat tentang beliau. Mulai dari orang yang memujinya habis-habisan, bahkan tidak tanggung-tanggung ada yang menganggapnya sebagai wali yang pantas diikuti petuah-petuahnya.

Variasi dan Jenis Kitab-Kitab Hadis


Kalau dibandingkan dengan disiplin ilmu lain, maka hadis merupakan sebuah cabang ilmu yang sangat kaya dan variatif. Hal itu bisa dilihat dari beragamnya perangkat keilmuan yang berada di bawah Ilmu Hadis tersebut seperti Ilmu Sanad, Ilmu Takhrij, Ilmu Jarh wa Ta’dil, Ilmu ‘Ilal al-Hadis dan lain-lain, serta banyaknya tipe-tipe kitab yang ditulis berdasarkan jenis-jenis ilmu tersebut, seperti apa yang dikenal dengan sebutan Kitab Jami’, Sunan, Mustadrak, Mustakhraj, Zawaid, Majma’ dan lain sebagainya. Tulisan ini akan mencoba menghimpun seluruh jenis-jenis kitab hadis tersebut dan menjelaskan pengertiannya masing-masing, InsyaAllah.

Tanya Jawab Seputar Problematika Fikih

Pertanyaan : Apakah keputihan pada wanita dihukum najis atau tidak?
Keputihan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penyakit kelamin pada wanita yang ditandai dengan keluarnya lendir putih yang menyebabkan rasa gatal. Sedangkan keputihan (fluor albus) menurut istilah kedokteran merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita yang disebabkan oleh infeksi dan biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar.

Dalam terminologi Ilmu Fikih keputihan disebut juga dengan rathubah al-farj yang mengandung pengertian cairan putih yang mempunyai bentuk antara madzi (lendir putih yang bersifat lengket dan keluar dari kemaluan seseorang karena syahwat) dan keringat, sehingga keputihan tidak dapat dikategorikan sebagai madzi secara pasti dan tidak pula keringat. Pengertian ini akhirnya mengundang perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam hal menentukan apakah ia dihukumi najis atau tidak.

Dokumentasi Daurah Langkah Awal Menjadi Mufassir


إختصار دورة بداية المفسر في بيت القرأن
Bait al-Qur’an, Pondok Cabe, 27 Januari-1 Februari 2013
Daurah Bidayah al-Mufassir (Langkah Awal Menjadi Mufassir), itulah tema kegiatan yang penulis ikuti kurang lebih satu setengah bulan yang lalu. Kegiatan tersebut terlaksana berkat adanya kerjasama antara tiga universitas, yaitu STAIN Jember, IAIN Cerebon, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Pusat Studi al-Qur’an (PSQ pimpinan M. Quraisy Shihah) serta Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia (IAAI yang juga diketuai oleh beliau). Acara tersebut berlangsung selama lebih kurang 6 hari, yakni dari tanggal 27 Januari s/d 1 Februari 2013.

Untaian Kata-Kata Mutiara Guru Koe

شكرا لكم أيها المعلم
Buya Amran A. Shamad al-Shufiy Rahimahullah (Guru Mantik, Nahu, dan Ushul Fikih penulis) pernah berujar: “Menuntut ilmu itu bagaikan seorang yang sedang makan daging, apabila daging tersebut dikunyah (dicerna) secara sempurna maka ia akan menyehatkan orang yang memakannya (daging itu akan menjadi tambahan gizi untuk tubuhnya), namun sebaliknya apabila kunyahnya tidak sempurna (alias belum lumat) maka akan mendatangkan penyakit bagi orang yang memakannya (seperti sakit perut). Orang yang menuntut ilmu tapi tidak paripurna maka apa yang ia tuntut hanya akan menambah penyakit (keraguan dalam segala hal), oleh karena itu totallah dalam menuntut ilmu!”.

Inilah Buletin Perdana Rasionalika


BuletinRasionalika
Buku di samping merupakan buletin perdana FDLP Rasionalika (salah satu Lembaga Semi Otonom yang berada di lingkungan International Institute For Hadith Sciences, Jakarta) periode 2011-2012 yang terbit pada Bulan November lalu. Setelah melalui usaha keras dari segenap dewan redaksi serta melewati proses editing dan cetak yang sangat melelahkan, akhirnya buletin mini yang berisi kurang lebih 96 halaman dan 7 tema itu pun bisa tersaji ke hadapan hadirat pembaca.

Sekelumit Sejarah FDLP Rasionalika

Prolog
FDLP Rasionalika adalah salah satu Lembaga Semi Otonom (LSO) yang berada di lingkungan Darus-Sunnah International Institute For Hadits Sciences.  Lembaga ini didirikan pada tahun 1999 atas inisiatif dari Moch. Syarif Hidayatullah (santri Darus-Sunnah angkatan pertama). Kemudian untuk konsep diskusinya sendiri digagas oleh 3 orang Mahasantri Darus-Sunnah Institute for Hadits Sciences (sekarang- Darus-Sunnah International Institute For Hadits Sciences), yaitu Moh. Syarif Hidayatullah, Nurul Huda Ma’arif dan Muhammad Zen. Dari ketiga Mahasantri inilah, akhirnya digagas sebuah organisasi yang memiliki concern di bidang pengembangan pemikiran dan intelektual lewat diskusi-diskusi mengenai isu kontemporer.

Ma’na Sebuah Kesetiaan

Tulisan ini hanyalah ekpresi sesaat usai menonton film “Habibie & Ainun” yang beberapa minggu belakangan ini marak diputar di bioskop-bioskop tanah air. Film tersebut diangkat berdasarkan kisah nyata kehidupan mantan presiden RI yang ke-3 bersama istri tercintanya yang bernama Ainun B.J Habibie. Sementara setingan filmnya sendiri mengikuti alur biografi yang ditulis sendiri oleh Habibie dalam novel karyanya yang berjudul Habibie & Ainun.
           
Sebagai sebuah karya sastra, tentu film yang satu ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, apalagi film tersebut merefleksikan kisah nyata seorang tokoh besar yang pernah menjadi orang nomor satu di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Namun, a’la kulli hal, penulis pribadi menilai film tersebut layak untuk dipertontonkan dan mengandung beberapa pelajaran yang bisa dipetik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hukum Azan Dua Kali Pada Hari Jum’at

Pertanyaan :
Dalam pelaksanaan salat Jum’at, seringkali ditemukan polemik di kalangan kaum muslimin. Salah satu di antaranya adalah persoalan jumlah azan pada salat tersebut. Sebagian masjid mengumandangkan azan sebanyak dua kali, azan pertama pada saat waktu masuk kemudian azan kedua pada waktu khatib naik mimbar. Sebagian yang lain mencukupkan dengan satu kali saja yaitu pada saat waktu masuk yang berbarengan dengan naiknya khatib ke atas mimbar. Bahkan di salah satu masjid di Kota Fes Maroko -sebagaimana yang dituturkan oleh Kiai Ali Mustafa Yaqub dalam bukunya Cerita Maroko- azan Jum’at dikumandangkan sebanyak lima kali.[1] Pertanyaannya, apakah azan dua kali atau lebih pada salat Jum’at tersebut tergolong bid’ah.?

Pemuda dan Erosi Keteladanan


Carut marut dunia perpolitikan Indonesia akhir-akhir ini telah membawa dampak yang serius terhadap masa depan bangsa. Hilangnya budaya malu serta maraknya kasus-kasus korupsi di kalangan sebagian elit-elit pemerintahan juga kian memperparah hal tersebut. Sehingga munculnya krisis idenditas serta lenyapnya keteladan di Negara yang berasaskan Pancasila ini tidak dapat terelakkan.

Di usianya yang tidak muda lagi -67 tahun-, Indonesia seharusnya mampu meredam hal-hal tersebut. Idealisme kehidupan menghendaki bahwa semakin bertambah umur seseorang, maka semakin dewasalah ia dalam hal berfikir dan menghadapi segala problematika kehidupan. Hal senada juga ditemukan dalam doktrin agama Islam yang menyerukan sebaik-baik manusia adalah mereka yang panjang umurnya dan baik amalnya.

Akhwat, Standar Kamu Itu Apa..??

Pagi itu selepas halaqah fajriah di Pesantren Darussunnah Jakarta, seorang teman bertanya kepada saya “Nal, gimana sih pendapat antum tentang gaya para wanita yang menamakan diri mereka dengan wanita akhwat sekarang itu.? Mereka berpakaian serba dalam, mulai dari  jilbab panjang nan lebar bak mukena orang yang sedang shalat, begitu juga dengan baju dan rok mereka yang tak kalah panjang dan lebarnya dari jilbab mereka.? Saya pribadi merasa agak gimanaa gitu kalau ketemu sama perempuan seperti itu. Bukannya Islam itu memerintahkan umatnya berpakaian selain untuk menutup aurat, tapi juga untuk keindahan.? Saya melihat bahwa gaya berpakaian seperti itu tidak mencerminkan keindahan sedikitpun.” kata teman tersebut. Sambil tersenyum kecil dan sedikit canda saya menjawab pertanyaan tersebut dengan sebuah pertanyaan balik “emang salah ya gaya berpakaian seperti itu,he.?

Etika Pergaulan Antar Teman

Menarik ketika menerangkan hadis tentang sifat-sifat sorga dari kitab Sunan al-Tirmidzi, salah seorang senior yang juga dosen tetap Pesantren Darussunnah Jakarta yang bernama Ust Andi Rahman berpanjang kalam dalam menjelaskan sebuah hadis dalam bab tersebut. Apakah bunyi hadis yang dimaksud.? Yaitu ada 3 golongan yang mana apabila mereka berdoa, maka doanya tidak akan ditolak (atau dalam kata lain pasti diterima), yaitu doa seorang imam yang adil, doa seseorang yang berpuasa di tengah orang-orang yang berbuka (tidak berpuasa), dan doa orang yang terzalimi (hadis ke-2526).

هل السجود أثناء سورة آلم السجدة في فجر يوم الجمعة سنة من النبي أو الإجتهاد من العلماء.؟

1.  نص الحديث
هناك الرواية التى تتكلم عن هذه القضية، يعنى كما يلي :
حدثنا أبو بكر بن أبى شيبة حدثنا عبدة بن سليمان عن سفيان عن مخول بن راشد عن مسلم البطين عن سعيد بن جبير عن ابن عباس أن النبى صلى الله عليه وسلم كان يقرأ فى صلاة الفجر يوم الجمعة الم تنزيل السجدة وهل أتى على الإنسان حين من الدهر وأن النبى صلى الله عليه وسلم كان يقرأ فى صلاة الجمعة سورة الجمعة والمنافقين.[1]

صاحب الكتابة

Foto saya
Bukittinggi, Agam, Indonesia
Seorang pelajar yang tengah berkontemplasi dalam pencarian jatidiri dan ilmu pengetahuan, walau hingga saat ini ilmu yang dia harapkan terasa masih dangkal dan jauh dari kesempurnaan. Dia lahir pada hari Kamis pagi, tanggal 22 Februari 1990 atau bertepatan dengan 26 Rajab 1410 Hijriah. Diberi nama dengan Yunal Isra bin Syamsul Bahri dan biasa dipanggil dengan sebutan Yunal/Isra/Inal. Pendidikan pertama yang pernah dijalaninya adalah Pendidikan TK pada tahun 1996, kemudian dilanjutkan ke SD 01 Baso dan tamat pada tahun 2002. Setelah itu memutuskan untuk fokus mendalami ilmu-ilmu keislaman di MTI Canduang dan tamat pada tahun 2009. Setahun kemudian ia meneruskan petualangan intelektualnya di program S1 Fakultas Dirasah Islamiyyah UIN Syarif Hidayatullah dan Darus-Sunnah International Institute For Hadith Sciences Jakarta. Berharap semoga bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk manusia lain dan diredoi orang tua dan tuhannya, amien.! Fokus kajiannya sekarang "al-Muhaafazhah A'la al-Qadiimi al-Shaalih, wa al-Akhdzu bi al-Jadiidi al-Ashlah".

Terima kasih atas kunjungannya.........!!!!!!

نحمدك اللهم منزل الآيات تبصرة لأولى الألباب ورافع الدلالات عبرة لتزيل بها عن القلوب الحجاب ونشكرك شرعت الحلال والحرام وأنزلت الكتاب وجعلته هدى لكل خير يرام ونصلى ونسلم على سيدنا محمد المؤيد من الله بأجلى النيرات والساطع نوره في أفق الهداية بما يزيح الريب والمدلهمات وعلى آله خير آل وأصحابه ومن لهم مقتف أوموال