Seorang kawan bercerita tentang keheranannya terhadap jawaban Prof.
Quraisy Shihab ketika ditanya oleh seorang mahasiswanya terkait bolehkah kita
sebagai umat Islam mengambil ilmu kepada orientalis. Kawan ini menuturkan, “Beliau
(Prof. Quraisy Shihab) menjawab, “bagaimana pendapat Anda kalau setan
mengajarkan sebuah kebaikan untuk Anda, maukah Anda mengikutinya.?”. Si
mahasiswa yang bertanya itu pun diam sembari berpikir dan menganalogikan
jawaban tersebut agar sesuai dengan pertanyaannya. Akhirnya dia menyimpulkan
bahwa jangankan dengan orientalis, dengan setan sekalipun jika ia mengajarkan
sebuah kebaikan kita diperbolehkan untuk mengikutinya.
Ilustrasi singkat di atas mengingatkan kita kepada sebuah hadis
yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya. Riwayat tersebut menceritakan kisah seorang
pencuri yang menyusup ke sebuah lumbung zakat yang disiapkan untuk kaum
muslimin pada bulan Ramadan. Selama dua malam berturut-turut pencuri tersebut
melakukan aksinya, mencuri bahan-bahan makanan yang terdapat dalam lumbung yang
pada malam itu kebetulan tengah dijaga oleh Sahabat Abu Hurairah. Abu Hurairah
berhasil menangkapnya, akan tetapi saat ia akan melaporkannya kepada
Rasulullah, pencuri tersebut berdalih kalau perbuatan tersebut terpaksa dia
lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang sedang kelaparan dan ia berjanji
untuk tidak akan mengulanginya lagi.
