Abu Hanifah; Sang Wara' Sejati

Yazid ibn Harun bercerita, "Saya belum pernah melihat orang yang lebih wara' (menjaga diri dari hal-hal yang dilarang agama) daripada Abu Hanifah. 

Suatu hari saya melihatnya duduk di bawah terik matahari di dekat pintu rumah seseorang.

Lalu dengan penuh keheranan saya menyapanya sembari bertanya, "Wahai Abu Hanifah, kenapa Engkau tidak berteduh ke bagian yang terhalang matahari saja.?"

Lalu dia menjawab, "Pemilik rumah ini adalah seorang yang kaya raya dan saya sungkan untuk duduk di teras rumahnya (berhutang manfaat kepadanya). Kira-kira sifat wara' mana lagi yang lebih dari ini.?

Sebagian sumber lain menyebutkan ketika Abu Hanifah ditanya terkait keengganannya untuk berteduh di bawah naungan teras rumah orang kaya tersebut, ia menjawab :

"Saya memiliki sedikit hutang kepada pemilik rumah ini dan saya khawatir hal tersebut akan menambah nominal hutang tersebut (karena saya menggunakan barang miliknya untuk keperluan pribadi saya).

Saya berpendapat bahwa hal tersebut hendaknya dijaga betul oleh setiap orang (tidak sembarangan dalam menggunakan hak milik orang lain), apalagi bagi seorang alim (ahli agama).
Sudah seharusnya seorang ahli agama tersebut mengambil standar yang lebih tinggi dalam hal penjagaan terhadap hukum-hukum syariat ketimbang hukum-hukum syariat yang dia sampaikan ke orang-orang awam.

(Diterjemahkan langsung dari kitab Alf Qisshah wa Qisshah karya Hani al-Hajj, hal 234).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon kritik dan sarannya.!

Ada kesalahan di dalam gadget ini

صاحب الكتابة

Foto saya
Bukittinggi, Agam, Indonesia
Seorang pelajar yang tengah berkontemplasi dalam pencarian jatidiri dan ilmu pengetahuan, walau hingga saat ini ilmu yang dia harapkan terasa masih dangkal dan jauh dari kesempurnaan. Dia lahir pada hari Kamis pagi, tanggal 22 Februari 1990 atau bertepatan dengan 26 Rajab 1410 Hijriah. Diberi nama dengan Yunal Isra bin Syamsul Bahri dan biasa dipanggil dengan sebutan Yunal/Isra/Inal. Pendidikan pertama yang pernah dijalaninya adalah Pendidikan TK pada tahun 1996, kemudian dilanjutkan ke SD 01 Baso dan tamat pada tahun 2002. Setelah itu memutuskan untuk fokus mendalami ilmu-ilmu keislaman di MTI Canduang dan tamat pada tahun 2009. Setahun kemudian ia meneruskan petualangan intelektualnya di program S1 Fakultas Dirasah Islamiyyah UIN Syarif Hidayatullah dan Darus-Sunnah International Institute For Hadith Sciences Jakarta. Berharap semoga bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk manusia lain dan diredoi orang tua dan tuhannya, amien.! Fokus kajiannya sekarang "al-Muhaafazhah A'la al-Qadiimi al-Shaalih, wa al-Akhdzu bi al-Jadiidi al-Ashlah".

Terima kasih atas kunjungannya.........!!!!!!

نحمدك اللهم منزل الآيات تبصرة لأولى الألباب ورافع الدلالات عبرة لتزيل بها عن القلوب الحجاب ونشكرك شرعت الحلال والحرام وأنزلت الكتاب وجعلته هدى لكل خير يرام ونصلى ونسلم على سيدنا محمد المؤيد من الله بأجلى النيرات والساطع نوره في أفق الهداية بما يزيح الريب والمدلهمات وعلى آله خير آل وأصحابه ومن لهم مقتف أوموال