Hati-Hati dengan Mulutmu.!

Diriwayatkan bahwa ‘Isa ibn Musa (seorang yang hidup pada masa kekhalifahan Mansur, salah seorang khalifah Bani Abasiah) sangat mencintai istrinya. Namun entah kenapa, tanpa dikira sebelumnya tiba-tiba saja dia mengucapkan lafadz talak kepada sang istri. Dia berkata, “Istriku, jika kamu tidak lebih cantik dari bulan, maka saya akan menalakmu”. Mendengarkan ucapan suaminya, sang istri terperanjat dan langsung berhijab darinya. Lalu ia berkata, “Anda telah menjatuhkan talak kepada saya (maka saya tidak lagi halal bagi Anda)”.

Malam pun berlalu. Keesokan harinya ‘Isa ibn Musa tergopoh-gopoh pergi mendatangi khalifah Mansur dan memberitahukan perihalnya kepada sang khalifah. Ia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, jika talak yang saya ucapkan tadi malam jatuh, maka bisa-bisa saya akan binasa karena menahan hasrat ini. Lebih baik saya mati daripada menanggung beban derita yang amat berat ini”. Sang Khalifah melihat kegalauan yang sangat dalam dari raut muka ‘Isa. Karena merasa kasihan, sang khalifah pun mengundang para ahli fikih untuk mengklarifikasi apakah talak yang dia ucapkan tadi malam dianggap jatuh atau tidak terhadap istrinya.


Pada hari yang telah ditentukan, semua ahli fikih yang diundangpun hadir. Ketika persoalan tersebut ditanyakan oleh Khalifah kepada mereka, hampir semua mereka sepakat menjawab bahwa talak tersebut jatuh dan Isa, menurut mereka, tidak lagi berstatus sebagai suami dari perempuat tersebut. Namun ada seorang ulama yang diam tanpa bergeming seolah tidak menganggap bahwa lafadz talak seperti itu tidak jatuh dan Isa masih berstatus sebagai suami dari sang perempuan.

Melihat gelagat dari ulama yang juga merupakan sahabat dari Imam Abu Hanifah tersebut, sang khalifah pun bertanya, “Apa yang membuat Anda diam saja tanpa bergeming?”. Lantas dia menjawab sembari membaca empat ayat pertama dari Surah al-Tiin, “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Demi buah Tiin dan buah Zaitun. Demi Gunung Sinai. Dan demi Negeri Mekah yang aman ini. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Dia menekankan tidak ada satu pun makhluk di dunia ini yang lebih cantik dan elok ketimbang manusia.

Tanpa berpikir panjang, Khalifah Mansur menyimpulkan bahwa talak Isa tidak jatuh, karena walau bagaimanapun istrinya pasti lebih cantik ketimbang bulan sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah yang dibacakan sang ulama tadi. Khalifah berkata kepada Isa, “Selamat Isa, Allah telah mencabut kegalauanmu. Ternyata istrimu jauh lebih indah dari bulan. Pulang dan jagalah istrimu dengan baik.!”. Setelah itu Khalifah juga berkirim surat kepada istri Isa yang intinya memberitahukan bahwa suaminya tidak jadi mentalaknya.

(Disarikan langsung dari buku Alf Qisshah wa Qisshah karya Hani al-Hajj, hal 12).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon kritik dan sarannya.!

Ada kesalahan di dalam gadget ini

صاحب الكتابة

Foto saya
Bukittinggi, Agam, Indonesia
Seorang pelajar yang tengah berkontemplasi dalam pencarian jatidiri dan ilmu pengetahuan, walau hingga saat ini ilmu yang dia harapkan terasa masih dangkal dan jauh dari kesempurnaan. Dia lahir pada hari Kamis pagi, tanggal 22 Februari 1990 atau bertepatan dengan 26 Rajab 1410 Hijriah. Diberi nama dengan Yunal Isra bin Syamsul Bahri dan biasa dipanggil dengan sebutan Yunal/Isra/Inal. Pendidikan pertama yang pernah dijalaninya adalah Pendidikan TK pada tahun 1996, kemudian dilanjutkan ke SD 01 Baso dan tamat pada tahun 2002. Setelah itu memutuskan untuk fokus mendalami ilmu-ilmu keislaman di MTI Canduang dan tamat pada tahun 2009. Setahun kemudian ia meneruskan petualangan intelektualnya di program S1 Fakultas Dirasah Islamiyyah UIN Syarif Hidayatullah dan Darus-Sunnah International Institute For Hadith Sciences Jakarta. Berharap semoga bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk manusia lain dan diredoi orang tua dan tuhannya, amien.! Fokus kajiannya sekarang "al-Muhaafazhah A'la al-Qadiimi al-Shaalih, wa al-Akhdzu bi al-Jadiidi al-Ashlah".

Terima kasih atas kunjungannya.........!!!!!!

نحمدك اللهم منزل الآيات تبصرة لأولى الألباب ورافع الدلالات عبرة لتزيل بها عن القلوب الحجاب ونشكرك شرعت الحلال والحرام وأنزلت الكتاب وجعلته هدى لكل خير يرام ونصلى ونسلم على سيدنا محمد المؤيد من الله بأجلى النيرات والساطع نوره في أفق الهداية بما يزيح الريب والمدلهمات وعلى آله خير آل وأصحابه ومن لهم مقتف أوموال