Niat yang Membawa Kebaikan



Diceritakan bahwa dahulu ada dua orang saudara yang mempunyai karakter yang berbeda. Satu di antaranya adalah ahli ibadah dan yang lain seorang ahli maksiat. Suatu kali ketika tengah bersantai di sela-sela ibadahnya, terbersit dalam hati si ahli ibadah sebuah rayuan untuk rehat sejenak dari rutinitas ibadahnya.

Bahkan Ia berkeinginan untuk mengikuti kehendak hawa nafsunya untuk beberapa saat sebagai ganti dari waktu yang selama ini sudah ia gunakan untuk beribadah. Kemudian dia ingin taubat kembali dari perbuatan-perbuatan tersebut karena toh Allah itu Tuhan yang Maha Pengampun dan Penyayang kok terhadap hambanya, -pikirnya dalam hati-.

Si ahli ibadah itu berujar dalam hatinya, "Aku akan menemui saudaraku yang tengah berbuat maksiat itu dan memanjakan hawa nafsuku bersamanya bareng sesaat, kemudian aku akan bertaubat kepada Allah dan tidak akan mengulanginya lagi hingga akhir hayatku". Tanpa berselang lama, niat itupun dia laksanakan.

Sementara itu, di waktu yang bersamaan, saudaranya yang ahli maksiat juga tengah berkontemplasi dengan dirinya. Ia merasa jenuh dengan kemaksiatan yang selama ini dia lakukan. "Telah aku habiskan umur ini untuk bermaksiat kepada-Nya, sedangkan saudaraku nanti akan masuk sorga dengan amal ibadahnya dan aku pasti akan dilemparkan ke dalam neraka", sesalnya dalam hati.

"Demi Allah, aku akan bertaubat dan menemui saudaraku untuk beribadah bersamanya hingga akhir hayatku. Semoga saja Allah mengampuni dosa-dosaku", lanjutnya dalam hati. Tanpa berpikir lama, dia pun memulai tekadnya untuk bertaubat. Sebaliknya saudaranya yang ahli ibadah tadi juga memulai niat maksiatnya.

Keduanya saling mencari, hingga pada saat akan bertemu, tiba-tiba sebuah kecelakaan hebat menimpa keduanya. Takdir Allah pun terjadi, sehingga si ahli ibadah meninggal dunia dalam kemaksiatan dan niat buruknya sedangkan si ahli maksiat meninggal dalam ketaatan dan niat baiknya.

(Diterjemahkan langsung dari kitab Alf Qisshah wa Qisshah karya Hani al-Hajj, hal 373).

Allahu A'lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon kritik dan sarannya.!

Ada kesalahan di dalam gadget ini

صاحب الكتابة

Foto saya
Bukittinggi, Agam, Indonesia
Seorang pelajar yang tengah berkontemplasi dalam pencarian jatidiri dan ilmu pengetahuan, walau hingga saat ini ilmu yang dia harapkan terasa masih dangkal dan jauh dari kesempurnaan. Dia lahir pada hari Kamis pagi, tanggal 22 Februari 1990 atau bertepatan dengan 26 Rajab 1410 Hijriah. Diberi nama dengan Yunal Isra bin Syamsul Bahri dan biasa dipanggil dengan sebutan Yunal/Isra/Inal. Pendidikan pertama yang pernah dijalaninya adalah Pendidikan TK pada tahun 1996, kemudian dilanjutkan ke SD 01 Baso dan tamat pada tahun 2002. Setelah itu memutuskan untuk fokus mendalami ilmu-ilmu keislaman di MTI Canduang dan tamat pada tahun 2009. Setahun kemudian ia meneruskan petualangan intelektualnya di program S1 Fakultas Dirasah Islamiyyah UIN Syarif Hidayatullah dan Darus-Sunnah International Institute For Hadith Sciences Jakarta. Berharap semoga bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk manusia lain dan diredoi orang tua dan tuhannya, amien.! Fokus kajiannya sekarang "al-Muhaafazhah A'la al-Qadiimi al-Shaalih, wa al-Akhdzu bi al-Jadiidi al-Ashlah".

Terima kasih atas kunjungannya.........!!!!!!

نحمدك اللهم منزل الآيات تبصرة لأولى الألباب ورافع الدلالات عبرة لتزيل بها عن القلوب الحجاب ونشكرك شرعت الحلال والحرام وأنزلت الكتاب وجعلته هدى لكل خير يرام ونصلى ونسلم على سيدنا محمد المؤيد من الله بأجلى النيرات والساطع نوره في أفق الهداية بما يزيح الريب والمدلهمات وعلى آله خير آل وأصحابه ومن لهم مقتف أوموال